Overblog Follow this blog
Administration Create my blog
October 10 2012 4 10 /10 /October /2012 02:22

RIMANEWS-Ketua KPK, Abraham Samad, secara resmi membuka Anti Corruption Youth Camp di Rumah Jambuluwuk, Ciawi, pada Selasa 9 Oktober 2012. Acara Anti Corruption Youth Camp merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh KPK dengan mengundang puluhan anak muda lintas komunitas antikorupsi dari berbagai daerah di Indoensia untuk memperkuat jejaring anak muda yang peduli dengan isu antikorupsi.

 

Pada Sambutan yang Ia sampaikan di upacara pembukaan, Abraham menyampaikan harapannya agar acara yang diselenggarakan oleh KPK itu bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. “Saya berharap, 33 tahun lagi, disaat ulang tahun Republik Indonesia yang keseratus, Korupsi tidak ada lagi di Indonesia. Semoga saat itu kita berkata, Apa itu korupsi? Korupsi itu benda di zaman purba!”

 

Abraham menekankan bahwa salah satu penyebab dari meningkatnya korupsi di masyarakat adalah perilaku konsumerisme, “kita seringkali berusaha untuk membeli gadget baru meskipun gadget lama belum perlu diganti, karena kita terjebak konsumerisme. Lifestyle seperti nilah yang kemudian menjadi cikal bakal perilaku korupsi. Bila kita terjebak dalam kehidupan yang konsumer”

 

Selain itu, Abraham juga menambahkan perspektif ‘sukses’ yang dimiliki masyarakat awam pun seringkali menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk melakukan perilaku korup “Banyak orang yang beranggapan, lawyer yang hebat adalah lawyer yang memiliki uang banyak, Mobil Hummer, Cincinnya tiga, itulah yang ditanamkan di benak kita. Tapi hal yang perlu kita ingat, kita tidak boleh mengumpulkan uang banyak dengan cara yang tidak benar. Seringkali, ketika anda hidup susah, dan mempertahankan nilai-nilai, masyarakat menganggapnya sebagai lawyer yang tidak berhasil.”

 

Pada kesempatan tersebut, Abraham Juga juga menekankan pentingnya anak muda untuk mempertahankan nilai-nilai idealisme dan tidak tidak berorientasi pada harta benda. “Anak muda seharusnya memiliki orientasi orang-orang sukses adalah orang-orang yang bisa tetap mempertahankan idealisme dan integritasnya. kalau korupsi semakin berkembang, akan berdampak secara langsung untuk memiskan rakyat. Selain itu juga membuat banyak orang tidak memiliki banyak orang tidak memiliki pekerjaan dan negara kita semakin banyak memiliki hutang”

 

“Karena korupsi, adik-adik kita yang masih bersekolah di bangku SD hingga SMA banyak yang bersekolah di luar sekolah karena gedung sekolahnya hancur dan tidak bisa diperbaiki. Andalah yang menjadi salah satu penanggung jawab terhadap korupsi, jadi jangan sekali-sekali membiarkan perilaku korupsi di negeri anda. Karena bila anda membiarkan, anda akan membuat negeri ini tetap dalam kemiskinan dan ketidak berdayaan.” Demikian pernyataan Abraham saat mengakhiri presentasinya sore itu.

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 10 2012 4 10 /10 /October /2012 02:12

 

Selasa, 9 Oktober 2012 21:20 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Suhardi Alius menyatakan proses penyidikan kepada penyidik KPK Kompol Novel Baswedan terkait kasus penganiyayaan berat di Bengkulu akan terus berlanjut, namun akan menunggu waktu dan mekanisme yang tepat sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ya kan hukum harus berlanjut, jika terbukti akan ke pengadilan, jika tidak akan di SP3," kata Brigjen Suhardi Alius kepada pers di Jakarta, Selasa.

Suhardi belum merinci penentuan waktu dan mekanismenya, tapi ia menegaskan akan disesuaikan dengan koordinasi Polri dan KPK. Penentuan waktu dan mekanisme itu juga akan mementingkan upaya Polri dan KPK dalam penanganan kasus korupsi, lanjutnya

"Pokoknya kita lihat perkembangannya, yang penting tidak mengganggu jalannya penegakan korupsi," katanya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan upaya-upaya pemeriksaan akan terus berlanjut seperti uji balistik dan rekonstruksi.

Dia juga belum bisa memastikan waktu yang tepat untuk penyidikan selanjutnya.

"Kita lihat saja," katanya.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Dedy Irianto menyatakan bahwa kasus yang menimpa Novel adalah kasus pidana.

Novel dituduh melakukan penembakan yang menyebabkan kematian pada pelaku pencurian sarang burung walet pada 2004 di Bengkulu saat masih menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu.

"Setelah dibawa ke kantor, mereka terus diinterogasi. Tapi kemudian, yang bersangkutan dibawa ke pantai Panjang Ujung. Keenamnya ditembak dan satu tewas," kata Dedy.

Namun menurut KPK, Novel tidak bersalah dalam kasus itu karena tidak berada di tempat kejadian saat penembakan terjadi. Ia mengambil tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya.

Untuk menengahi perselisihan itu, Presiden SBY pada Senin (8/10) memberikan beberapa solusi, salah satunya, dia menyatakan upaya penangkapan Novel pada

Jumat (5/8) malam oleh petugas kepolisian tidak tepat terkait waktu dan mekanisme penanganannya.

"Insiden (di KPK) terjadi tanggal 5 Oktober dan terus terang sangat saya sesalkan," katanya

Selanjutnya, Presiden menekankan upaya koordinasi dan sinergi agar perselisihan antara kedua institusi hukum ini tidak terjadi lagi.
(I029/R021)

Editor: Ruslan Burhani

 

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 10 2012 4 10 /10 /October /2012 02:05

 

Selasa, 9 Oktober 2012 18:30 WIB |

Kahumas KPK Johan Budi (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Komisaris Polisi Novel Baswedan tetap bekerja sebagai penyidik aktif di Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Novel tetap bekerja di KPK dan masih menjabat sebagai ketua tim satuan tugas penyidikan simulator, Novel telah bertugas sejak kemarin," kata juru bicara KPK Johan Budi di gedung KPK Jakarta, Selasa.

Novel penyidik KPK yang pada Jumat (5/10) direncanakan dijemput Direskrimum Polda Bengkulu, Kombes Dedi Iriyanto, karena dianggap melakukan penganiayaan berujung kematian pelaku pencurian sarang burung walet pada 2004 di Bengkulu, saat masih menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu.

"Novel tidak bersembunyi dan tidak berada di safe house. Hingga saat ini Novel adalah penyidik KPK," tegas Johan.

Novel sebagai ketua tim satgas penyidikan simulator bertugas untuk memimpin tim yang berjumlah total 6 orang, namun 1 orang penyidik termasuk dari 20 orang penyidik yang tidak diperpanjang masa penugasannya oleh Mabes Polri.

Mengenai kelanjutan kasus tersebut, Johan mengadakan KPK tetap menangani kasus simulator tersebut dengan empat tersangka yaitu mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo, Brigjen Pol Didik Purnomo (mantan Wakil Kepala Korlantas), Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto sebagai perusahaan pemenang tender pengadaan simulator dan Sukotjo S Bambang selaku Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) yang menjadi perusahaan subkontraktor dari PT CMMA.

"Tapi nanti tergantung dalam proses koordinasi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung karena sebagaian berkas dari Polri sudah diserahkan ke Kejagung, persoalan ini akan terurai dengan adanya koordinasi," jelas Johan.

Persoalan tersebut terjadi karena pada 1 Agustus 2012, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut, tiga di antaranya sama dengan tersangka versi KPK yaitu Didik, Budi, dan Sukotjo sedangkan dua tersangka lain adalah AKBP Teddy Rusmawan selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Simulator dan Komisaris Polisi Legimo sebagai Bendahara Korlantas.

Brigjen Didik, AKBP Teddy serta Kompol Legimo telah ditahan di rutan Korps Brimob, sementara Budi Susanto ditahan di rutan Bareskrim dan Sukotjo S. Bambang telah divonis penjara di rutan Kebon Waru Bandung.

Johan mengatakan pemeriksaan Djoko Susilo belum akan dilakukan dalam pekan ini.

"Pemeriksaan DS belum akan dilakukan dalam pekan ini, karena merupakan bagian strategi penyidikan," ungkap Johan.

Pada pidatonya Senin (9/10) malam, Presiden SBY meminta agar dalam kasus simulator KPK menangani tersangka Djoko Susilo sedangkan Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak terkait langsung.

Sedangkan untuk kasus Novel, Presiden SBY menilai tidak dilakukan pada waktu yang tepat dan juga tidak menggunakan pendekatan serta cara yang tepat.
(D017)

Editor: Ella Syafputri

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 10 2012 4 10 /10 /October /2012 01:50

Selasa, 9 Oktober 2012 23:17 WIB | 957 Views

Jakarta (ANTARA News) - Dukungan untuk KPK dari berbagai elemen masyarakat masih terus berdatangan menyusul peristiwa upaya penjemputan salah satu penyidik, Komisaris Polisi Novel Baswedan, Jumat (5/9) malam lalu.

Sebuah keluarga dari Pasuruan, Jawa Timur mendatangi Gedung KPK untuk menyampaikan dukungannya.

"Kami melihat ada upaya pelemahan terhadap KPK, itu tidak bisa dibiarkan," kata Widjojanto, kepala keluarga yang mendatangi Gedung KPK tersebut di Jakarta, Selasa.

Keluarga yang menyebut diri mereka "Family Music" itu datang membawa tujuh orang anggota keluarga dengan mengenakan kaos putih berlengan merah bertuliskan Gerakan Anti Korupsi.

Mereka sempat menyanyikan dua buah lagu ciptaan mereka yang menjadi bentuk keprihatian sekaligus dukungan atas situasi KPK saat ini.

Lagu berjudul KPK Jangan Dikebiri menyampaikan kritik atas rencana revisi UU KPK yang dianggap akan melemahkan wewenang mereka.

Sementara lagu berjudul Indonesia Jaya merupakan bentuk pengharapan agar Indonesia bisa berjaya salah satunya dengan penguatan KPK.

Selain Family Music, pada Selasa datang juga sekitar 30 orang seniman-budayawan yang menyampaikan dukungannya terhadap KPK.

"KPK avant-garde atau garda terdepan memerangi korupsi," kata sastrawan Radhar Panca Dahana, salah satu seniman-budayawan yang datang ke Gedung KPK di Jakarta, Selasa.

(G006/R021)

Editor: Ade Marboen

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 8 2012 2 08 /10 /October /2012 00:25

Alissa Wahid menyatakan aksi ini demi Indonesia sejahtera.

Minggu, 7 Oktober 2012, 22:57 Arfi Bambani Amri, Erick Tanjung (Yogyakarta)
Puluhan masyarakat Yogya bergandengan tangan dukung KPK
Puluhan masyarakat Yogya bergandengan tangan dukung KPK (Antara/ Regina Safri)
 

VIVAnews - Ribuan warga Yogyakarta memadati ruas Jalan Malioboro, berunjuk rasa memberikan dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini dipicu oleh tindakan pihak Kepolisian yang mengepung gedung KPK untuk menangkap Komisaris Polisi Novel Baswedan, penyidik utama kasus korupsi pengadaan simulator SIM.

Massa aksi dari berbagai elemen dan kalangan masyarakat itu berjejer sambil bergandeng tangan di sepanjang ruas jalan Malioboro mulai dari Tugu hingga titik nol kilometer Yogyakarta yang berjarak sekitar dua kilometer. Dengan antusias mereka berdiri di pinggir jalan, pada dada masing-masing orang tertempel huruf yang bertuliskan "SAVE KPK".

Arie Sudjito, dosen Universitas Gadjah Mada, yang ikut aksi turun ke jalan mengatakan, KPK harus diselamatkan dari koruptor dan pihak-pihak yang ingin melemahkan lembaga pemberantasan korupsi tersebut. "Jangan sampai KPK dirusak oleh oknum polisi yang korupsi," kata Arie dalam orasinya.

Ia menyatakan, korupsi adalah kejahatan yang paling berbahaya karena semakin menggerogoti seluruh sendi kehidupan masyarakat. "Korupsi hari ini semakin memiskinkan rakyat Indonesia," ujarnya.

Alissa Wahid, putri sulung mantan Presiden Abdurrahman Wahid, yang juga turut turun ke jalan menyatakan, seluruh masyarakat Indonesia harus mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi, demi terwujudnya bangsa yang berdaulat  dan sejahtera.

"Kita harus membersihkan Indonesia dari korupsi, karena sekarang ini rusaknya sudah sangat parah. Kami ingin wakil rakyat di DPR RI juga bersih dari koruptor dan kuncinya adalah memaksimalkan peran KPK," katanya.

Sementara itu, Alissa melanjutkan, aksi unjuk rasa masyarakat dari berbagai kalangan malam ini merupakan akumulasi dari kekecewaan warga terhadap praktik-praktik korupsi. "Semangatnya adalah kami ingin melawan kekuatan-kekuatan yang tetap menginginkan korupsi itu tetap ada," ujarnya. (art)

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 8 2012 2 08 /10 /October /2012 00:18

"Di level masyarakat, sudah muncul pertanyaan yang kontraproduktif".

Minggu, 7 Oktober 2012, 23:49 Arfi Bambani Amri, Oscar Ferri

Juru bicara KPK Johan Budi SP menjawab pertanyaan wartawan

Juru bicara KPK Johan Budi SP men

VIVAnews - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, memastikan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan turun tangan terkait perseteruan antara KPK dan Polri. Apalagi, setelah kasus korupsi pengadaan simulator SIM terkuak dan mantan Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dikatakan Johan, karena isu-isu yang sudah menyebar di kalangan masyarakat sudah sangat memprihatinkan dan kontraproduktif terkait Presiden perlu turun tangan atau tidak menangani dua institusi penegak hukum ini.

"Di level masyarakat, sudah muncul pertanyaan-pertanyaan yang sudah kontraproduktif kalau Presiden tidak segera turun tangan menangani KPK-Polri," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu 7 Oktober 2012.

Johan pun menegaskan, Presiden SBY akan segera turun tangan menangani perseteruan ini. "Presiden akan turun tangan untuk menyelesaikan persoalan antara KPK dan Polri," kata dia.

"Kami perlu apresiasi kepada Presiden, karena melihat situasi dan kondisi saat ini," katanya.

Presiden sendiri, seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, akan menyikapi soal ini pada Senin malam atau setidaknya Selasa siang. Sudi menyatakan, Presiden ingin mendengar terlebih dulu tanggapan masyarakat. (art)

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 7 2012 1 07 /10 /October /2012 23:56

Ia adalah penyidik yang berperan penting membuka kasus Simulator SIM.

Minggu, 7 Oktober 2012, 23:49 Elin Yunita Kristanti, Syahrul Ansyari, Siti Ruqoyah
Penyidik KPK, Komisaris Polisi Novel Baswedan

VIVAnews – Minggu 7 Oktober 2012 pagi. Ribuan orang  berpakaian hitam-putih menyemut di Bundaran Hotel Indonesia. Spanduk-spanduk bertebaran, di antaranya bertuliskan “Save KPK”, juga spanduk berisi pertanyaan yang diajukan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, “Ke mana Presiden kita?”. 

Massa yang mengatasnamakan diri “Semut Rangrang” menghadap ke sebuah panggung, tempat Slank, Once, dan seniman lain bernyanyi, juga ajang orasi para tokoh dan perwakilan massa.

Acara tersebut, konser bertajuk  “Save KPK”, adalah lanjutan aksi di gedung komisi antikorupsi Jumat malam 5 Oktober 2012 hingga Sabtu dini hari. Tujuannya, memprotes keras tindakan sejumlah polisi yang hendak menangkap Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK.  Selain gerakan #Save KPK, di Twitter juga muncul gerakan moral menyelamatkan Novel, dengan hastag, #Savenovel.

Upaya penangkapan Novel hanya beberapa jam setelah Inspektur Jenderal Djoko Susilo, jenderal bintang dua aktif yang ditetapkan sebagai tersangka kasus simulator SIM, beranjak dari Gedung KPK. 

Oleh Polda Bengkulu, tempatnya pernah bertugas, Kompol Novel dijerat dengan kasus pidana penembakan tahanan yang terjadi tahun 2004, delapan tahun lalu. Alasannya, ada laporan dari korban dan LSM. Dugaan kriminalisasi pun lantas merebak.

“Ini adalah pemberantasan korupsi melawan koruptor. Yang kita perangi adalah koruptor bukan institusi Polri,” kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, yang juga sepupu Kompol Novel, dalam orasinya Minggu siang.

Siapa sebenarnya Novel?

Kompol Novel adalah penyidik yang berperan penting dalam mengungkap kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian Surat Izin Mengemudi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Dia juga yang menyidik skandal korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Partai Demokrat, M. Nazaruddin, yang kemudian menyeret banyak tokoh. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah  itu juga salah satu dari lima penyidik yang memilih bertahan di komisi antikorupsi, saat Polri menarik 15 polisi yang diperbantukan di KPK.

Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu pernah bertugas di Polres Bengkulu pada 1999-2005. Pada tahun 2004, terjadi kasus penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Kala itu Novel menjabat Kasatserse Polres Bengkulu. Salah seorang di antara enam tersangka itu akhirnya tewas. Setahun kemudian, Novel ditarik ke Jakarta dan ditugaskan sebagai penyidik KPK dari unsur Polri. Kasus itulah yang jadi alasan tim Polri mendatangi KPK.

Menanggapi tindakan Polri itu, keluarga Novel mengungkapkan kekecewaannya. Mereka menduga, Polri berupaya mengkriminalisasi cucu pahlawan, AR Baswedan itu.  Apalagi, sebelum upaya jemput paksa terjadi, sejumlah teror dan ancaman dialamatkan pada Novel.

“Dari awal secara terang-terangan diteror dan diancam, baik saat melaksanakan tugas maupun di rumahnya,” kata Hafidz Baswedan, adik kandung Novel, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, 6 Oktober 2012.

Salah satunya, Novel diperintah agar menghadap Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Irjen Pol. Sutarman, melalui seorang suruhan. "Ancamannya, dia akan dikriminalisasi jika tidak menghadap pada hari Sabtu, 29 September 2012. Ancaman itu terwujud pada Jumat malam, 5 Oktober 2012," ucap Hafidz.

Sebelumnya, kakak Novel, Taufik Baswedan, juga mengatakan ada berbagai ancaman terhadap Novel dari orang-orang tak dikenal. “Novel mendapat ancaman dari sekitar dua sampai tiga orang. Tidak tahu dari mana. Mereka datang dan membawa foto-foto,” ujar Taufik, Jumat, 5 Oktober 2012.

Oleh karena itulah di rumah Novel di kawasan Kelapa Gading dipasang banyak CCTV.

Dugaan kriminalisasi juga diungkapkan sebelumnya oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto. Dia menyatakan bahwa Novel Baswedan bukan pelaku penganiayaan tahanan di Polres Bengkulu pada 2004. Anak buahnya lah yang melakukan kesalahan hingga menyebabkan nyawa tahanan itu meninggal dunia.

Tapi, sebagai atasan, Novel yang mempertanggungjawabkan tindakan itu. “Kasus ini sudah melalui proses pengadilan kode etik, dan sudah dinyatakan selesai pada 2004,” kata Bambang kepada wartawan dalam konferensi pers, di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Sabtu dini hari, 6 Oktober 2012.


Apalagi, Novel saat ini merupakan penyidik yang berperan dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian Surat Izin Mengemudi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. “Ini bagian dari salah satu upaya kriminalisasi KPK,” kata Bambang.


Terkait kasus ini,  mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Noegroho Djajoesman, menilai tidak ada yang salah sikap polisi terkait dengan penangkapan kompol Novel.


"Itu merupakan permasalahan di internal Polda Bengkulu. Apa urusannya dengan kriminalisasi KPK? Sekarang saya tanya, apakah saudara Novel itu seorang anggota polisi atau PNS?,” tandasnya, Minggu 7 Oktober 2012.


Dia meminta agar permasalahan tersebut harus dilihat secara jelas, jangan dibolak-balik dan akhirnya akan menyesatkan opini publik. Untuk membuktikan harus melalui proses penyidikan dan peradilan. “Jangan menghubung-hubungkan kasus Novel ini dengan kasus Irjen Djoko Susilo. Apalagi, sampai dituding ingin melemahkan KPK. Saya tidak setuju sama sekali pendapat seperti ini. Di mana unsur pelemahannya kepada KPK?” jelas dia.


Sebelumnya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, juga membantah tudingan kriminalisasi KPK. “Kriminalisasi itu artinya, membuat suatu perbuatan yang tadinya bukan kriminal menjadi kriminal. Tapi kalau orang melakukan tindakan pelanggaran hukum harus kita tegakkan,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.


Sutarman mengakui, sidang disiplin terhadap Novel sudah dilakukan. Tetapi itu tidak menggugurkan pidana yang bersangkutan sebagai anggota Polri.


Lantas mengapa polisi yang diduga melakukan tindakan pidana lolos selama 8 tahun, bahkan ditugaskan ke KPK? “Kadang-kadang kami tidak bisa merekam seperti itu. Personel kami ada 400 ribu lebih. Catatan-catatan seperti ini mungkin ada yang tertinggal, “ kata Sutarman.

Yang jelas, Kabareskrim mengatakan, pihaknya akan menangkap paksa Novel jika KPK tak menyerahkan kepada kepolisian. “Itu ada aturan lain. Kalau (KPK) nggak memberikan ya ditangkap, karena melanggar hukum. Itu bukan persoalan.”


Terkait Perseteruan dua institusi penegak hukum itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pernyataannya, Senin malam, 8 Oktober 2012. Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi didampingi Seskab Dipo Alam, dan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha

"Berhubung perkembangan situasi sudah semakin tidak baik, banyak yang memanipulasi seperti yang kita ketahui bersama, maka Presiden akan segera mengambil alih dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Besok, hari Senin, 8 Oktober atau paling lambat Selasa siang 9 Oktober," kata Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Negara, di Kantor Presiden, Minggu 7 Oktober 2012.

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 7 2012 1 07 /10 /October /2012 03:02
Sabtu, 06/10/2012 15:06 WIB
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera membuat pernyataan terkait polemik Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden secara khusus menanyakan perkembangan kasus KPK dan Polri ke Wamenkum Denny Indrayana.

"Tadi pagi Presiden menelepon saya, dan menyatakan segera akan membuat pernyataan publik tentang situasi Polri dan KPK," kata Denny Indrayana, Sabtu (6/10/2012).

Denny diminta memberikan beberapa masukan dan melaporkan perkembangan situasi terkini mengenai persoalan tersebut. Pernyataan Presiden, imbuh Denny, akan disampaikan terbuka.

"Mungkin dalam satu atau dua hari ini. Saya harap media massa dapat meliput dan menyampaikannya segera pada masyarakat," ujar dia.

Jumat (5/10/2012), masyarakat dikejutkan dengan kehadiran anggota Polri dalam jumlah banyak ke KPK. Beragam kabar pun beredar soal pencidukan anggota Polri yang bertahan menjadi penyidik KPK, oleh Provost. Sebagai reaksi, masyarakat dan pegiat anti-korupsi berbondong-bondong menyambangi KPK, bertahan hingga Sabtu (6/10/2012).

Sementara itu terkait revisi UU KPK, Presiden SBY menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan guna mengefektifkan kerja KPK agar lebih baik. Pemerintah akan melihat lebih dahulu rancangannya dari DPR.

"(Tapi) kalau (revisi UU KPK) adalah untuk melucuti kewenangan strategis KPK dan menyebabkan KPK tak efektif, saya (Presiden, red) tidak setuju," ujar Denny menirukan kalimat Presiden.

Sikap Presiden terkait revisi UU KPK, menurut Denny sama seperti ketika perumusan RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bergulir pada 2009.

(ndr/mpr)

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 7 2012 1 07 /10 /October /2012 01:24
Angling Adhitya Purbaya - detikNews

Semarang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan pihaknya akan melakukan perlindungan kepada penyidik KPK yang mengalami ancaman. Perlindungan maksimal juga akan dilakukan terhadap keluarga penyidik yang merasa terancam.

"KPK dalam hal ini melindungi dan tetap memberikan perlindungan maksimal terhadap penyidik yang sedang terancam tidak saja fisik tapi juga psikologis seperti adanya tekanan-tekanan," kata Abraham sebelum mengisi acara Dialog Tentang Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Jateng dalam Menegakkan Konstitusi dan Gerakan Anti Korupsi di Gedung PWNU Jateng, Jl Dr Cipto, Semarang, Sabtu (6/10/2012).

"Makanya KPK melakukan perlindungan maksimal juga kepada keluarganya," imbuhnya.

Abraham juga menyatakan kejadian yang berlangsung di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)pada Jumat (6/10) malam kemarin merupakan bentuk upaya pelemahan sistematis terhadap kinerja KPK.

"Sebenarnya upaya pelemahan itu sistematis, adapun bentuknya teror dan macam-macam. Puncaknya itu tadi malam bahwa akan terjadi penjemputan secara paksa," tandas Abraham.

Suasana kantor KPK semalam menurut Abraham sangat mencekam terlebih lagi bagi penyidik-penyidik idealis termasuk dari kalangan Polisi yang masih ingin bergabung dengan KPK.

"Situasi sudah tidak kondusif dan mencekam bagi penyidik-penyidik yang idealis, ini juga dari polisi yang punya hati nurani yang masih ingin bergabung dengan KPK. Tapi keinginan hati nurani itu tidak disambut dengan baik sehingga terjadilah upaya-upaya seperti kemarin," tutur Abraham

Terkait hal itu pihaknya tidak akan melaporkannya langsung kepada presiden namun ke Menko Polhukam karena telah ada upaya sistematis melumpuhkan KPK dengan cara kriminalisasi penyidikan.

"Tidak langsung ke presiden tapi ke Menko Polhukam, bahwa ada upaya sistematis melumpuhkan KPK," tegas Abraham.

(alg/ndr)

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment
October 5 2012 6 05 /10 /October /2012 00:50

Reporter : Dimas Triyanto Putro (dimas@gresnews.com)
Editor : Budi Afandi (budi.afandi@gresnews.com)
Selasa, 02 Oktober 2012 , 13:09:52 WIB - Hukum

 

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menegaskan, terbuka kemungkinan KPK akan memeriksa lagi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, menyusul adanya pendalaman dalam kasus dugaan korupsi dan politik uang pada kongres PD di Bandung 2010.

"Terbuka kemungkinan akan dipanggil lagi," ungkap Busyro, di kantornya, Jakarta, Selasa (2/10).

Menurutnya, pihaknya memang sedang mendalami dugaan korupsi pada kongres PD di Bandung. Kendati demikian, kasus Hambalang merupakan kasus prioritas untuk didalami.

Ia juga mengakui, pihaknya tengah mendalami penyelidikan terkait pengadaan barang dan jasa pada proyek senilai Rp2,5 triliun itu. "Iya (pengadaan barang dan jasa)," ungkap Busyro.

Busyro memastikan, bukan hanya mendalami kongres Partai Demokrat 2010 tersebut. Pihaknya juga akan memanggil pihak-pihak lain yang diduga kecipratan duit hasil tindak pidana korupsi pada proyek Hambalang.

"Tidak hanya ke kongres, ke pihak manapun juga yang menerima aliran dana, akan kami panggil," tegas Busyro.

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES