Overblog Follow this blog
Edit page Administration Create my blog
/ / /
12 Februari 2010  |  09:05 - www.kompasiana.comkondisi khoriah yang memprihatinkan menunggu kepedulian

kondisi khoriah yang memprihatinkan menunggu kepedulian. foto oleh: ondo supriyanto

 

COBAAN berat menguji kesabaran Samirah (35) sebagai seorang ibu. Bagaimana tidak, putri pertamanya Khoriah Nur Mayasari (4) tidak tumbuh secara normal karena penyakit hydrocepallus yang dideritanya.

Ya, kendati anak seusianya telah masuk playgroup, Khoriah belum memampu berbicara pun berjalan. Nyaris, 24 jam ia sepenuhnya bergantung kepada orang tuanya. Buah hati pasangan Samirah dan Danuraharjo warga RT 01 RW 03 Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen itu hanya bisa memandang dengan tatapan memilukan.

 

“Namun sebagai ibu, saya mengerti bahasa tubuhnya. Misalnya, saat lapar dia akan mengecap-ngecapkan mulut,” kata Samirah di rumahnya, baru-baru ini.

 

Tidak hanya itu, akibat penyakit yang dideritanya, berat tubuh Khoriah hanya mencapai 5,5 kilogram. Ukuran kepala yang tidak proposional dengan tubuhnya membuat kodisi bocah itu semakin memprihatinkan. Kepalanya membesar kontras dengan tubuh yang kurus tinggal tulang.
Tidak cukup itu derita yang menimpa Khoriah. Ternyata, sistem pencernaannya juga tak berfungsi secara baik. Selama ini dia hanya mengkonsumsi bubur, dan harus dibantu obat saat hendak buang air besar yang harganya mencapai Rp 60.000 untuk sebulan.

 

Berbagai upaya dilakukan orang tuanya. Khoriyah pernah dioperasi dua kali untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Khoriah pernah dirawat RS PKU Muhammadiyah Gombong, di RSUD Kebumen dan dirujuk RS Margono Sukarjo, Purwokerto untuk operasi yang kedua.

 

Benar, kedua operasi digratiskan, karena dia pemengang kartu jamkesmas. Namun untuk biaya operasional keluarga kesulitan. Apalagi selepas operasi, Samirah masih harus mengontrol kesehatan anaknya ke dokter di RS Margono dengan sekali kontrol biayanya mencapai Rp 250.000.
Itulah yang memberatkan. Suaminya yang seorang buruh bangunan dan dia senditi hanya ibu rumah tangga tak cukup uang untuk membiayai pengobatan. Jangankan berobat, untuk membeli susu saja, keluarga itu sudah kesulitan. Akhirnya, hampir setahun Khoriah tidak lagi memperoleh penanganan dokter.

 

“Kata dokter, anak saya harus kontrol sebulan sekali sumur hidup. Tapi bagaimana lagi, kami sudah tidak sanggup lagi,” ujarnya dengan mata sembab.

 

Samirah mengakui, untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya, setiap bulah dia mengeluarkan Rp 300.000. Selama 2009, anaknya memperoleh santunan Rp 300.000/bulan dari yayasan penyandang cacat. Namun tahun 2010 ini, dia belum tahu apakah anaknya masih mendapat bantuan itu atau tidak. Pasalnya, santunan itu belum juga datang.

“Biasanya kalau ada bantuan, pak Pos memberi tahu pada awal atau paling lambat pertengahan bulan. Tapi sampai saat ini belum ada pemberitahuan,” katanya.

 

Samirah mengakui, untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya, setiap bulah dia mengeluarkan Rp 300.000. Selama 2009, anaknya memperoleh santunan dari yayasan penyandang cacat Rp 300.000/bulan. Namun 2010 ini, dia belum tahu apakah masih mendapat atau tidak.

 

“Biasanya kalau ada bantuan, pak Pos memberi tahu pada awal atau paling lambat pertengahan bulan,” katanya menyebutkan sampai saat ini belum ada pemberitahuan.

 

Saat ini balita malang itu hanya memperoleh perawatan oleh bidan desa setempat. Khoriah masih menunggu bantuan pihak yang mau peduli. ***

 

tulisan ini juga diposting di http://www.ondosupriyanto.blogspot.com


Tags: ondo supriyanto, khoriah, kebumen, kesehatan, hydrocepallus

Share this blog

Repost 0
Published by

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES