Overblog Follow this blog
Edit page Administration Create my blog
/ / /

Kamis, 4 Maret 2010, 17:23 WIB
Siswanto
  (ANTARA/ Alina)

VIVAnews - Ahmad Fauzan, bayi berusia 13 bulan, tengah menderita hydrochepalus (penumpukan cairan pada kepala). Kini, warga di RT 1/RW 6, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu, masih menunggu penanganan dokter RSCM.

Sebelum sampai ke RSCM, Ahmad pernah dibawa ke sebuah rumah sakit di Karawang. Tetapi karena pengelola rumah sakit menyebut biaya pengobatannya mencapai sekitar Rp 100 juta, maka orang tua Ahmad langsung mundur.

Dua bulan lalu orang tua membawa Ahmad ke Jakarta dengan pertimbangan rumah sakit di ibukota bisa memberi keringanan biaya.

Awalnya dia dibawa ke Puskesmas Sunter Agung. Tetapi kemudian dirujuk ke RSUD Koja dengan bekal Surat Keterangan Tidak Mampu.

Tetapi, tidak lama kemudian pengelola RSUD Koja merujuk Ahmad ke RSCM. Hari Selasa pada dua pekan lalu, petugas medis rumah sakit pemerintah ini memeriksa kondisi Ahmad.

"Dia hanya diperiksa dan diberi puyer," kata Sutinah, 25 tahun, ibu Ahmad.

Sepekan kemudian, Ahmad kembali dibawa ke RSCM dan petugas medis menyarankan agar Ahmad di-CT Scan. Tentu saja untuk tahapan ini tidak gratis. Tapi karena orang tua Ahmad menunjukkan SKTM, maka dia hanya bayar setengah dari harga normal.

"Saya harus bayar Rp 300 ribu," kata Gerhanama, 27 tahun, ayah Ahmad.

Sebenarnya keluarga yang tergolong miskin ini berharap mendapatkan pengobatan gratis. Itu akan dikabulkan RSCM, apabila syaratnya terpenuhi. Misalnya memiliki kartu Gakin.

Yang jadi soal kemudian ialah uang untuk transportasi bolak-balik ke RSCM. Itu sebabnya, mereka minta waktu 15 hari untuk mencari uang untuk menutup  biaya transportasi sekaligus mengurus administrasi kartu Gakin.

Untuk sementara, kebutuhan uang transportasi sudah dapat jalan keluarnya, yakni mendapat bantuan dari tetangga rumah.

Masalah timbul lagi karena ternyata untuk mengurus kartu Gakin tidak mudah. Hal ini diketahui setelah mereka datang ke Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

"Katanya, kalau sudah punya SKTM, tidak bisa bikin kartu Gakin," ujar Gerhanama.

Gerhanama terus mencari jalan keluar. Dia lalu ke kantor Dinas Kesehatan di Tanah Abang.

"Di sana, saya hanya diberi alamat agar ketemu Ibu Imel di RSCM. Katanya sih sudah gratis, saya hanya diminta bayar setengah untuk CT Scan," katanya.

Kini, keluarga ini masih bingung. Mereka berpikir bagaimana caranya agar penanganan kesehatan anaknya berjalan lancar.

Laporan | Arnes Ritonga | Jakarta Utara

• VIVAnews
 

Share this blog

Repost 0
Published by

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES