Overblog Follow this blog
Edit page Administration Create my blog
/ / /

19 Januari 2010 | 19:46 wib | Nasional

Puskesmas Pagelaran Pihak Paling Bertanggung Jawab

Cianjur, CyberNews. Stigma masyarakat miskin dilarang sakit, seakan makin sering terdengar ditelinga. Sudah banyak kasus di negari ini di mana rumah sakit ataupun pihak medis sedikit berpihak saat si miskin sakit untuk datang berobat. Dan sedikitnya keberpihakan itulah yang membuat mereka meninggal sebab kurangnya penanganan dari pihak medis.

Kisah tragis kembali terulang, karena tidak memiliki uang sebesar Rp 200 ribu untuk membayar ambulans. Wawan mesti melepas kematian istri dan calon bayinya di depan matanya.

Kejadian tragis itu berawal Senin (11/1) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB saat Derita Sahara (32) istri Wawan yang hamil tua dan sudah memasuki masa-masa melahirkan mengalami sembelit perut layaknya orang mau melahirkan, melihat istrinya ingin melahirkan Wawan pun segera menjemput Bidan desa (Bides) Popi untuk membantu persalinan istrinya.

Namun setelah bidan itu berusaha selama dua jam, belum bisa mengeluarkan bayi tersebut. Bidan pun akhirnya menyerah dan menyarankan untuk di bawa ke Puskesmas Pagelaran.

Lagi-lagi bidan tersebut tidak sanggup mengeluarkan bayi itu, karena peralatan yang ada di Puskesmas tersebut tidak memadai. Puskesmas pun berniat merujuk Derita ke RSU Cianjur. Untuk membawa Derita dari Puskesmas ke RSU Cianjur menggunakan ambulans milik Puskesmas dan pihak Puskesmas baru akan membawa Derita bila ada uang administrasi sejumlah Rp 200 ribu.

Wawan yang melihat penderitaan istrinya langsung pontang panting mencari pinjaman uang Rp 200 ribu, uang sejumlah itu baru didapatnya pukul 09.30 WIB. Ambulans yang membawa Derita pun berangkat setelah Wawan membayar uang administrasi tersebut, namun beberapa menit setelah mobil ambulans berangkat Derita menghembuskan nafas terakhirnya bersama bayi yang dikandungnya.

Menanggapi kasus meninggalnya Derita Sahara bersama bayi dalam kandungannya, Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPK SRMI) Kabupaten Cianjur, Herman Sulaeman, Selasa (19/1) mengatakan, kasus tersebut terjadi murni akibat kelalaian pihak pengelola Puskesmas Pagelaran yang nyata-nyata telah melakukan tindak pembiaran terhadap pasien yang sedang mengalami masa kritis.

"Masa hanya karena uang Rp 200 ribu rupiah, pihak pengelola Puskesmas tega membiarkan korban berjam-jam tanpa penanganan jelas, yang seharusnya segera dilarikan ke RSU Cianjur. Ini jelas tidak bisa ditolerir," tegas Herman.

Terkait peristiwa tragis tersebut, Herman menuding pengelola Puskesmas Pagelaran sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. "Dalam Undang Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan tegas antara lain disebutkan, bahwa dalam melayani kesehatan petugas wajib menomorduakan masalah materi dan harus mengutamakan keselamatan pasien terlebih dahulu," ungkapnya.

Share this blog

Repost 0
Published by

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES