Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
April 25 2013 5 25 /04 /April /2013 22:51

Diamanty Meiliana | Kamis, 25 April 2013  

 


(SH/Septiawan)
Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
Perusahaan tersebut akan dibantu dalam pengurusan penambahan kuota impor daging sapi.


JAKARTA –Dalam persidangan kasus dugaan suap terkait izin kuota impor daging sapi kemarin, Rabu (24/4), terungkap mantan Presiden Partai keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq menyanggupi permintaan Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman untuk mempertemukannya dengan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di Medan, 10 Januari 2013.

Agar presentasi meyakinkan, Luthfi mengarahkan Elizabeth untuk membawa hasil kajian dan data yang diperlukan untuk dipresentasikan di hadapan Suswono. Namun, Luthfi mengancam tidak bersedia membantu Elizabeth jika pertemuan di Medan bocor ke kolega-koleganya.
Melalui orang dekatnya, Ahmad Fathanah, Luthfi menanyakan apakah PT Indoguna bersedia menyumbang untuk perjalanan kampanye PKS di Sumatera. Sebagai timbal balik, perusahaan tersebut akan dibantu dalam pengurusan penambahan kuota impor daging sapi.

Elizabeth memenuhi permintaan tersebut dan memberikan uang Rp 300 juta. Elizabeth bahkan bersedia memberikan fee Rp 5.000 per kilogram daging sapi impor atau total Rp 40 miliar jika penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 PT Indoguna Utama sebanyak 8.000 ton disetujui Kementan.

Melihat keseriusan Elizabeth, Luthfi menyuruh Ahmad untuk memberi tahu Elizabeth agar membawa data untuk meyakinkan Suswono
bahwa kebijakan swasembada pangan akan mengancam ketahanan pangan nasional sehingga perlu adanya penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013.

Tak tanggung-tanggung, Luthfi juga menjanjikan akan mempertemukan Elizabeth dengan Suswono serta bersedia menyampaikannya langsung kepada Suswono agar PT Indoguna Utama diberikan penambahan kuota 10.000 ton daging sehingga Luthfi akan menerima fee Rp 50 miliar.

Dalam surat dakwaan terungkap kalau Suswono akhirnya memenuhi keinginan pengusaha PT Indoguna Utama untuk bertemu dan membicarakan soal kebutuhan impor daging sapi. Pertemuan diadakan di kamar hotel tempat 10.000 ton menginap di Medan.
Suswono bersedia bertemu dengan Elizabeth setelah sebelumnya Luthfi melakukan pendekatan dengan orang dekat Suswono yang bernama Soewarso. Luthfi berkata, “Nanti ada orang mau ketemu dengan Pak Menteri di Medan, tolong dibantu”.

Suswono Saksi
Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Rum mengatakan, Suswono mungkin dihadirkan di persidangan untuk menjadi saksi. “Pastilah, kan namanya ada di dakwaan,” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Rabu (24/4).

Meskipun bertemu dengan Elizabeth, dalam surat dakwaan tertulis Suswono menolak paparan Elizabeth soal perlunya penambahan kuota impor daging sapi. Penolakan permohonan tersebut bukan yang pertama, tercatat ada tiga kali penolakan atas permohonan tambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama.

Melalui pengusaha Elda Devianne Adiningrat, Elizabeth menyerahkan surat-surat permohonan yang ditolak tersebut kepada Luthfi melalui orang dekatnya Ahmad Fathanah. Luthfi kemudian menghubungi Sekretaris Kementan Baran Wirawan untuk menemuinya di kantor DPP PKS.

Dalam pertemuan itu, Luthfi meminta Baran menyampaikan pesan kepada Suswono yang berisi agar Suswono peka terhadap isu yang berkembang di masyarakat mengenai harga daging sapi yang mahal dan beredarnya daging celeng. Hal ini serupa dengan presentasi Elizabeth sebelumnya di Medan.

Selang beberapa hari, Ahmad menemui Elizabeth dan Direktur PT Indoguna Abdi Arya Effendi, serta meminta agar disediakan uang Rp 1 miliar untuk keperluan operasional Luthfi. Sebagai imbal balik, PT Indoguna Utama akan diprioritaskan jika ada penambahan kuota impor daging sapi. Uang Rp 1 miliar itu diserahkan pada 29 Januari 2013 kepada Ahmad.

Luthfi menjawab, “Iya, iya nanti, saya lagi di atas panggung,” saat Ahmad mengabarinya soal realisasi uang Rp 1 miliar tersebut. Tak lama, penyidik KPK menangkap Ahmad yang sedang berada di kamar Hotel Le Meridien Jakarta bersama Maharani Suciyono.

Dalam kasus ini, pengusaha PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi menjadi terdakwa pemberi suap kepada Luthfi. Keduanya ditangkap penyidik KPK pada 29 Januari 2013 setelah memberikan uang ke Ahmad. Keduanya didakwa dengan dakwaan alternatif Pasal 5 huruf a atau b atau Pasal 15 UU 31 /1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999. (*)

sumber : shnews.co

Share this post

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES