Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
March 6 2010 7 06 /03 /March /2010 00:33
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/24/80478_presiden_sby_pidato_soal_kasus_century_dan_bibit_chandra_300_225.jpgMelalui Sidang Paripurna DPR, tanggal 2-3 Maret 2010, telah diputuskan bahwa kebijakan dana talangan Bank Cenrtury dan implementasinya bermasalah, karena banyak terjadi pelanggaran peraturan perundang-undangan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Yang perlu dicermati adalah pidato 
Presiden SBY dalam menanggapi  hasil Sidang Paripurna DPR terkait Kasus Bank Century, yang menyatakan bahwa kebijakan dana talangan bertujuan untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi akhir tahun 2008. Pernyataan ini perlu dikaji lagi, mengingat telah terjadi penyelewengan dalam pengucuran dana talangan (Penyertaan Modal Sementara) kepada Bank Century, yang justru menimbulkan banyak permasalahan baru dan kontraproduktif.  Antara lain penggelembungan jumlah dana talangan (bail out) dari yang seharusnya Rp.632 milyar, menjadi Rp.6,7 trilyun; Belum semua nasabah memperoleh dananya kembali; pelarian dana talangan ke luar negeri oleh Robert Tantular dkk, juga ke pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik. Dan masih banyak lagi dampak sistemik yang terjadi akibat kasus Bank Century.

Kalau demikian kenyataanya, berarti tujuan kebijakan pengucuran dana talangan kepada Bank Century, tidak tercapai mengingat dana tersebut bukan dipergunakan sesuai peruntukannya, tetapi telah disalahgunakan. Dengan tidak tercapainya tujuan kebijakan pengucuran dana talangan akibat penyalahgunaan, ternyata ekonomi nasional tetap stabil. Jadi, layakkah kebijakan penyelamatan Bank Century ditempuh? Siapakah aktor intelektual skenario  skandal Century? Siapa saja yang menerima secara tidak sah kucuran dana talangan tersebut ? Untuk tujuan apa sebenarnya kebijakan itu dibuat ?

Alasan lain dari kebijakan itu, adalah jika Bank Century tidak diselamatkan akan berdampak sistemik. Tetapi yang terjadi justru dampak sistemik dari kasus Bank Century pasca pengucuran dana talangan (PMS). Adalah suatu kejanggalan diluar akal sehat, jika kebijakan dibuat bukan untuk menyelesaikan permasalahan tetapi malah menimbulkan permasalahan baru.

Adalah sangat menyakitkan, pernyataan bahwa Rp.6,7 triliun bukan uang negara. Kalau bukan uang negara yang dihimpun dari rakyat, lantas uang siapa? Apapun yang ada di Bumi Ibu Pertiwi ini adalah milik dan hak rakyat yang dipercayakan kepada negara dan pemerintah untuk mengelolanya. Jadi setiap penyimpangan penggunaannya adalah tindak pidana korupsi. Apabila ada ketentuan yang membatasi dan mengamputasi definisi korupsi, maka ketentuan itu batal, dan harus diubah demi keadilan, kedaulatan & terpenuhinya hak asasi rakyat.

Lebih menyakitkan lagi, jika melihat dan ikut merasakan penderitaan rakyat  Indonesia yang kian sengsara dililit berbagai kesulitan hidup, sementara pemerintah  tidak mampu mengatasinya dengan dalih keterbatasan anggaran negara, disisi lain  uang rakyat senilai Rp.6,7 trilyun dijarah dan dirampok oleh pengkhianat negeri ini.

Semua itu, akan memperoleh kejelasan, jika proses hukum berjalan tanpa intrik-intrik politik dalam menuntaskan kasus Bank Century.

Pernyataan dan tanggung jawab Presiden SBY terkait Kasus Bank Century, harus diuji  dan  perlu dibuktikan untuk menuntaskan  penyelesaian kasus tersebut secara hukum.

Saatnya rakyat Indonesia, dan semua elemen bangsa bersatu, untuk mengawal proses hukum penuntasan Kasus Bank Century secara transparan, tanpa tebang pilih dan menjunjung tinggi supremasi hukum.


Share this post

Repost 0
Published by Harsudi CH - in ARTIKEL
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES