Subang, 6/6 (ANTARA) - Seorang siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Ampera, Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, berprestasi dari keluarga miskin menderita thalamesia sejak delapan tahun lalu.

Warga Kampung Cibanggala RT 26/08, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Hayono Himawan (12), dinyatakan dokter menderita thalasemia sejak berusia empat tahun. Saat ini ia harus menahan penderitaan, karena tidak mendapat perawatan medis akibat kedua orang tuanya tidak mampu membiayai.

"Anak saya berprestasi di sekolahnya, sering sekali mendapat ranking. Tetapi, ia terganggu karena menderita thalasemia. Sekolahnya juga kadang-kadang tidak sampai selesai, karena penyakit yang dideritanya itu," kata orang tua Hayono, Hendiyan (36), di Subang, Minggu.

Dikatakannya, dalam menjalani aktivitasnya, Hayono, tidak seperti anak-anak seusianya, karena untuk berjalan saja ia merasa berat. Selain itu, ia juga sealu merasa sesak, panas, sakit pada bagian perut, dan sulit buang air besar.

Sejak dinyatakan menderita thalasemia oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang beberapa tahun lalu, pihak keluarga hanya merawat Hayono dengan Jamkesmas, karena tidak memiliki uang untuk membiayai perawatan medis.

"Jangankan untuk dirawat di rumah sakit, untuk mendapatkan labu darah saja sulit, karena tidak setiap bulan kami mempunyai uang. Sedangkan anak saya harus mendapatkan labu darah setiap bulan. Kebetulan golongan darahnya juga susah diperoleh, karena AB golongan darahnya," kata Hendiyan. (KR-MAK/S006)