Purnawirawan Jenderal, Adang Mestinya Bantu KPK

JAKARTA - Sebagai pensiunan jenderal, mantan Wakapolri Adang Daradjatun harusnya membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani proses hukum istrinya, Nunun Nurbaetie.

Sikap Adang menutup rapat keberadaan tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 itu, malah membuat beban psikis bagi Nunun dan keluarga.

Hal ini disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menanggapi sikap kukuh Adang terkait kasus istrinya. "Adang harus berjiwa besar meyakinkan istrinya selesaikan masalah. Selesaikan di pengadilan dengan pembelaan hukum yang kuat," kata Neta saat dihubungi okezone, Jumat (10/6/2011).

Menurut Neta, sikap kooperatif Adang akan menciptakan kesan positif sebagai mantan penegak hukum. Selain itu, keluarga Adang sendiri akan terbebas dari kejaran kasus yang ditangani KPK.

"Citra sebagai mantan pejabat Polri tidak tercemar, dia taat hukum bila kooperatif. Jangan larut dalam arogansi seolah-olah memamerkan power dan menghindar yang malah membuat semua keluarganya jadi tersandera," sambungnya.

KPK sendiri masih melakukan pencarian terhadap Nunun. KPK bahkan telah mengirimkan red notice meminta bantuan Interpol untuk menangkap Nunun.

Kemarin kepada wartawan Adang kembali bungkam soal istrinya. "Saya tidak akan menjawab kebenaran apakah Ibu ke Kamboja. Mau berobat dimanapun terserah Ibu," ujarnya.

Dia balik mempertanyakan status tersangka yang ditetapkan KPK hanya rekayasa hukum karena tidak ada bukti kuat yang menyertainya. "Ibu bilang saya tidak memberikan apa-apa (cek pelawat) kepada Ari Malangyudho," pungkasnya.