Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
December 30 2013 2 30 /12 /December /2013 00:49

RIMANEWS-Aktivis antikorupsi dari Banten, Uday Suhada, pernah merasakan langsung ancaman dari orang-orang suruhan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp) Banten itu diancam akan dibunuh oleh orang-orang bayaran Wawan. “Saya akan dibunuh karena melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Atut,” kata Uday kepada Tempo, pekan lalu.

Ancaman lewat pesan pendek dan telepon sudah biasa dia terima. Ancaman datang setelah dia dan sejumlah aktivis antikorupsi melaporkan dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran daerah Pemerintah Provinsi Banten. Dalam laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada Agustus 2011, Uday dan kawan-kawannya melaporkan dugaan adanya penyimpangan hibah Rp 340 miliar dan bantuan sosial Rp 50 miliar dari APBD Banten 2011.

 

Sebelumnya, sumber Tempo di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan mengatakan penyimpangan anggaran pada pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Tangerang Selatan ditengarai dilakukan dengan berbagai modus. Misalnya, anggaran untuk fasilitas RSUD dan sejumlah puskesmas diduga digelembungkan, tapi nyatanya peralatan yang dibeli jauh lebih murah.

 

Dalam pengadaan enam unit alat USG dua dimensi yang kini disebar di sejumlah puskesmas di Tangerang Selatan, harga per unit hanya Rp 250 juta, tapi dibuat menjadi Rp 500 juta. "Dari itu saja, anggaran bengkak mencapai Rp 2 miliar," kata sumber tersebut.

 

Penyelidik KPK sudah mendatangi kantor Dinas Kesehatan Tangerang Selatan di kompleks perkantoran Kota Tangerang Selatan, Jalan Witana Hardja, Pamulang, Tangerang Selatan. Dari tempat itu, sebuah printer dan dokumen disita.


Terlapornya adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Uday dan pelapor lainya tergabung dalam kelompok Aliansi Banten Menggugat. Kala itu Atut hendak maju dalam pemilihan gubernur periode kedua. Pelaporan itu, menurut Uday, mengusik “ketenangan dan kepentingan” Atut yang saat itu sedang giat berkampanye untuk jadi gubernur lagi. 

 

MOBIL ATUT DAN AIRIN

Kini ada kabar bahwa dari gudang di Cibinong, Puncak, Cempaka Putih, Depok, Limbo, Sambas, Pontianak, KPK akan menyita ratusan kendaraan bermotor mobil dan motor gede milik Akil Mochtar dengan atas nama Muchtar Effendi. Yang sudah disita sebanyak 30 mobil. Pengembangan kasus akan melibatkanya. KPK tengah mendalami peran Muchtar Efendi sebagai calo kasus. Akil Mochtar dikenai pasal suap dan pencucian uang.

 

Tak hanya sampai di situ, KPK pun akan merangsek ke jantung kekuasaan paling kuat dan korup di Indonesia - Dinasti Ratu Atut. Ratu Atut sementara ini sedang tiarap dan berkonsultasi dengan pangacara hebat yang mengatur kelitan hukum dengan berdiskusi dengan para pajabat di Banten.

 

Kini setiap hari tampak para pejabat lebh banyak rapat sejak Ratu Atut dikenai pencekalan keluar negeri. Mutasi besar-besaran dua bulan lalu sejak kasus Akil Mochar muncul, tak memengaruhi melempemnya jalannya pembangunan dan pelayanan di Banten. Di lapangan tampak jalanan di sebagian besar Banten rusak parah. Jalur utama memasuki Cilegon dan Serang menuju pantai Anyer rusak parah.

 

Setelah ada hembusan dorongan untuk menelusuri alkes di Tangsel ditindaklanjuti oleh KPK, selepas Tulek Wawan tertangkap tangan, KPK menemukan bukti keterlibatan Dinasti Ratu Atut. Luar biasa kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah menetapkan Tulek Wawan, maka kini Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dipastikan terseret dalam kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan Pemerintah Kota Tangsel.

Pada 11 November 2013, KPK menetapkan tiga tersangka kasus alkes Tangsel. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen Mamak Jamaksari, bos PT Mikkindo Adiguna Pratama Dadang Prijatna, dan Chaeri Wardana alias Tulek Wawan - suami Airin. Airin dipastikan akan terseret karena sebagai penanggung jawab penyelenggara anggaran yang dikorupsi oleh suaminya sendiri - faktor KKN yang akan menjadi alasan KPK menetapkan Airin sebagai tersangka.


Selain Airin, KPK juga tengah membidik dengan cermat beberapa pejabat di Tangsel. Perlawanan secara hukum yang dilakukan oleh Tulek Wawan - dengan pembela koruptornya Adnan Buyung Nasution - juga tak tanggung-tanggung. Upaya pengalihan asset - sebenarnya sudah dilakukan dengan metode Golkar, artinya bersitibat dengan cara dan taktik korupsi Golkar yang juga ditiru oleh koruptor ustadz Luthfi Hasan Ishaaq dan ustadz Ahmad Fathanah - berlangsung lama. Kerjasama korupsi berjamaah antara pejabat kepala dinas-Walikota-Swasta-kadang DPRD Kota/Kabupaten tercermin dengan ditetapkannya ketiga orang tersebut di Tangsel.

 

Pola penangkapan dan penetapan tersangka model seperti di Tangsel juga dipastikan akan dilakukan di seluruh Banten dengan target akhir membongkar KKN terbesar di Indonesia di bawah kendali Tulek Wawan - Ratu Atut dan pejabat-pejabat di Kabupaten/Kota di seantero Banten.

 

Sampai saat ini, KPK masih mengalami kesulitan besar untuk mencokok Ratu Atut terkait proyek dan juga dana hibah dan sosial yang menunjukkan pengemplangan karena ada 61 yayasan fiktif penerima dana hibah. Pun yayasan yang resmi dan berbadan hukum pun adalah milik keluarga dan kroni Ratu Atut. Nilai kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

 

Saat ini para pejabat di lingkungan pemda Tangsel, Cilegon, dan Provinsi Banten tengah mengalami kegalauan berat. Upaya pendekatan yang dilakukan oleh Ratu Atut dengan melokalisir dan mengamankan barang bukti untuk tujuan berkelit menyebabkan kegerahan. Meskipun sebenarnya para pejabat akan lebih aman menjerumuskan dengan cepat melemparkan tanggung jawab ke Ratu Atut, namun KPK tidak akan melompat.

 

KPK tengah menyisir keterlibatan dari para pejabat di lingkaran ketiga, lalu kedua, dan terakhir pentolannya. Kasus Tangsel dengan Airin menjadi target sebagai tersangka menjadi nyata. Pun demikian sekarang tengah dilakukan upaya untuk mengumpulkan barang bukti terkait sepak terjang Tulek Wawan sebagai Gubernur Banten malam hari pengatur proyek.

 

Maka jangan heran kalau Anda mendapati banyak pejabat di Tangsel dan kota-kota di Banten lebih banyak keluyuran melobi atau rapat-rapat tak jelas sebagai upaya pembersihan diri dan junjungan mereka Dinasti Ratu Atut. Namun, KPK dengan strateginya harus didorong pelan tapi pasti mengobrak-abrik korupsi di Banten.

(Tempo/KCM/Ninoy N Karundeng/RM)

Share this post

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES