Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
February 25 2010 5 25 /02 /February /2010 16:33

Seperti telah diketahui dan dirasakan bersama, betapa keji dan biadabnya perbuatan korupsi yang mengakibatkan terampasnya hak asasi ratusan juta rakyat Indonesia. Mulai dari hak memperoleh  pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, papan dan sederet hak-hak lainnya yang harus dipenuhi oleh negara sebagai kewajiban mendasar terhadap rakyat / warga negaranya. Hak rakyat/ warga negara dan kewajiban negara, gagal untuk dipenuhi dan ditunaikan karena tindakan biadab dari para koruptor.

 

Perang terhadap koruptor sudah lama dicanangkan, tetapi eksistensi dan kebiadaban para koruptor tetap ada dan semakin meningkat. Kasus korupsi dan pemberantasan korupsi seperti  dua sisi mata uang, dan berbanding lurus karena semakin gencar upaya pemberantasan dan pencegahannya, makin gencar pula pelaku korupsi melancarkan serangan balik dengan berbagai modifikasi modus operandi yang semakin rumit dan sistematis sehingga makin mempersulit proses investigasi,  dan penyidikan.


Belum lagi upaya  para koruptor menempuh jalur-jalur politik  untuk mempengaruhi opini publik dengan memutarbalikkan fakta bahwa apa yang ditempuh adalah benar, sesuai kebijakan yang telah digariskan, terlebih lagi  berdalih demi kepentingan stabilitas ekonomi, perbankan dan alasan lainnya, yang tidak masuk akal, dan sangat bertentangan dengan  hati nurani serta mencederai rasa keadilan rakyat. Sehingga makin mempersulit penuntasan kasus dalam upaya pemberantasan korupsi.


Tidak hanya sampai disitu, untuk mempertahankan "kebenaran" dari perbuatan korupsi, pelakunya  melakukan kebohongan demi kebohongan dengan  memutarbalikkan fakta serta melakukan fitnah terhadap aktivis anti korupsi ataupun institusi pemberantasan korupsi. Dilancarkan pula konspirasi dengan oknum penegak hukum untuk  melakukan kriminalisasi, terhadap pimpinan institusi pemberantasan korupsi dengan sasaran utama  pemasungan peran dan fungsi institusi. Proses hukum  ditabrak dan diselewengkan, juga dibeli demi melanggengkan tindakan korupsi.

 

Mengapa hal itu dapat terjadi ?  Bukankah sistem pengawasan internal, eksternal dan penegakan hukum telah dijalankan. Apa yang salah dalam pelaksanaan semua proses itu ? Banyak jawaban dan analisis yang didapat, baik dari sudut pandang hukum, politik, birokrasi, sosiologi maupun yang lainnya. Yang pasti, berbagai jawaban dan analisis itu, mengandung kebenaran sesuai sudut pandangnya. Namun ternyata, itu semua belum sepenuhnya memberikan solusi untuk penuntasan kasus korupsi beserta upaya pencegahannya.


Dengan semakin beratnya tugas pemberantasan korupsi, seiring dengan makin terpuruknya kondisi masyarakat Indonesia saat ini, yang diperlukan bukan hanya sebatas perbaikan sistem hukum atau sistem pemerintahan maupun sistem politik. Dan bukan pula peningkatan gaji dan fasilitas para petinggi negeri ini seperti yang baru saja dinikmati para menteri, presiden dan tidak lama lagi, pasti disusul kalangan legislatif  dan yudikatif.

 

Tidak kalah pentingnya adalah  kesatuan dan persatuan dari seluruh elemen bangsa dan masyarakat, serta adanya tekad dan kemauan dari para Pemimpin dan Petinggi di jajaran eksekutif, legislatif maupun yudikatif, untuk menciptakan pemerintahan dan masyarakat yang bersih dan bebas dari korupsi.


Faktor utama yang mutlak harus terpenuhi, dalam pemberantasan korupsi adalah  karakter kepemimpinan politik dan birokrasi yang amanah, berdasarkan pada sikap dan perilaku : jujur, sederhana, tegas,  adil, kerakyatan,  anti korupsi, cepat dan tepat mengambil keputusan, mengutamakan  tindakan  nyata daripada retorika, tidak egosentris dan berjiwa besar mengakui kekuranganan  maupun kelemahanannya. Serta tidak takut kehilangan jabatan dan kemewahan fasilitas negara yang telah dinikmatinya, demi mempertahankan dan membela kepentingan rakyat.

 

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya, dan sangat mendasar, bisa jadi sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pemberantasan korupsi termasuk pencegahannya, adalah faktor keteladanan dari pemimpin masing-masing institusi, yang menjalankan sistem pemerintahan dan kenegaraan di negeri ini. Karena sebaik apapun suatu sistem dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang lengkap dan sesuai kaidah hukum, serta berorientasi kesejahteraan rakyat, tetap saja akan mampu ditembus oleh tipu daya kenikmatan hasil korupsi,   jika   terdapat   kerapuhan kepemimpinan yang tidak mampu memberikan keteladanan untuk mengemban amanah dan tanggung jawab, karena  telah terbius dan larut dalam gelimang harta hasil jarahan yang diperoleh melalui korupsi.

 
Adalah suatu keniscayaan, pemimpin yang memberikan keteladanan mengemban amanah  rakyat, yakni tidak terpedaya dan terperangkap dalam perilaku korup, kemudian berani bertindak tegas terhadap semua pelaku tindak pidana korupsi  di lingkup tanggung  jawabnya,  pasti akan memberikan efek jera bagi yang lain. Namun sebaliknya jika pemimpin telah masuk dalam jaringan koruptor, yang terjadi  pada tataran yang dipimpin  adalah satu kata dan perbuatan dengan sang pemimpin.


Jika karakter kepemimpinan yang amanah seperti di atas, dimiliki para pemimipin negeri ini,  kemudian mewujudkannya dalam bentuk keteladanan sebagai pemimpin yang amanah, maka bukan hal yang tidak mungkin, perjalanan panjang dan penuh hambatan dalam pemberantasan korupsi akan membuahkan hasil, yaitu terciptanya masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

 

Bersatulah rakyat Indonesia, bangkitlah dan lakukan perlawanan terhadap para koruptor yang telah merampas habis kekayaan Bumi Ibu Pertiwi. Selama korupsi masih menggurita di Negeri kita tercinta, kesejahteraan dan kemakmuran hanyalah impian belaka.


Bagi para Pemimpin dan Petinggi di Negeri ini, dengarkan suara hati nuranimu agar engkau dapat mendengar keluh kesah dan rintihan rakyat yang makin sengsara hidupnya. Hentikanlah persekongkolan dan permufakatan jahat dengan mafia korupsi, apabila engkau tidak mau disebut sebagai pengkhianat dan penghisap darah rakyat.

Engkau telah mengingkari janjimu terhadap rakyat dan melanggar sumpah jabatan, bertaubatlah sebelum  ajal menjemputmu, dan tegakkan kembali keadilan untuk mengakhiri derita rakyat negeri ini.

 

Bangkitlah Negeriku, Indonesia Raya Jaya Sakti. Tersenyumlah… Anak-anak Indonesia, manakala korupsi telah enyah dan musnah dari Negeri Zamrud Khatulistiwa yang kita cintai.  Tiada lagi….. anak putus sekolah, tiada lagi…..rakyat miskin, tiada lagi ……bayi tersandera karena ketiadaan  biaya  melahirkan.  Tiada lagi……..anak busung lapar. Indonesia Bersih dan Bebas dari Korupsi, …Anak Indonesia  Sehat dan  Cerdas. Semoga.

 

 

---------------------------

PS :

Penulisan artikel ini merupakan  pengembangan dari beberapa artikel saya di blog ini,  sebagai apresiasi dan dukungan, terhadap  kegiatan  Anti Korupsi Blog Post Competition, yang diselenggarakan oleh CeritaInspirasi.net.

Share this post

Repost 0
Published by Harsudi CH - in ARTIKEL
write a comment

comments

Joddie 02/27/2010 13:59


"Karakter pemimpin".. yup mungkin itu dasar utama kenapa masih ada korupsi besar-besaran di negeri ini, jika dilihat - para pelaku pun bisa dikatakan sudah cukup kaya.. kok masih korupsi yah??
btw, makasih atas partisipasinya yaaa... ^^


Harsudi CH 02/27/2010 21:31


Trim's juga. Salut dan bravo atas terselenggaranya acara ini. Sangat positif. Mudah2an dapat berlanjut untuk waktu-waktu mendatang. Salam kenal.


Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES