Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
October 19 2012 6 19 /10 /October /2012 00:12

 

JAKARTA- Rimanews- Indikasi dugaan keterlibatan pihak Kemendiknas dalam kasus suap pembahasan anggaran proyek universitas semakin terkuak.

 

Hal itu terungkap dari adanya tim kecil yang dibentuk Komisi X DPR dan pihak Dikti guna merubah nomenklatur usulan proyek perguruan tinggi pada 2010 di Kementerian Pendidikan Nasional.

 

Diterangkan Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Pendidikan Tinggi, Dadang Sudiyarto masuk ke dalam Tim kecil tersebut yakni, Koordinator Pokja Komisi X Angelina Sondakh, dan WaKoor Pokja I Wayan Koster dan anggota Kahar Muzakir.

 

Sementara, dari Kemendiknas yang masuk tim tersebut yakni Danang dan Sesditjen Dikti Kemendiknas, Haris Iskandar serta pihak dari Kemenpora.

 

Anehnya, meski tim tersebut merupakan tim resmi, namun selama melakukan rapat, tim tersebut tidak memiliki satupun notulen rapat.

 

"Tidak ada (notelen rapat). Pertemuannya sah, kami tidak membuat notulen tetapi memang di beberapa dokumen ada coretan-coretan yang kami lakukan," kata Dadang menjawab pertanyaan tim penasehat hukum, Angelina Sondak di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/10/2012).

 

Kesaksian itu tentu menguatkan pernyaatan Sesditjen Dikti Kemendiknas, Haris Iskandar yang mengakui telah melanggar prosedur yang ditentukan Dirjen Dikti.

 

Sebelumnya Haris mengaku mendapat pesan penting dari atasannya apabila berurusan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pesan dari Dirjen Dikti yakni apabila bertemu dengan pihak DPR, tidak diperkenankan sendirian. Selain itu juga pertemuan, sesuai intruksi Dirjen hanya bertempat di gedung DPR atau di kantor Ditjen Dikti.

 

"Pesan pak Dirjen, kalau berurusan dengan DPR tidak boleh sendiri. Kedua, kalau mengadakan pertemuan hanya boleh di DPR atau di Gedung Dirjen Dikti," tegas Haris Iskandar dalam sidang yang sama.

 

Namun akhirnya, Haris mengaku ada pertemuan pihak Dikti dan anggota DPR di luar dua tempat tersebut, saat dicecar Hakim Anggota Pengadilan Tipikor, Hendra Yospin Alwi.

 

Haris mengatakan ada pertemuan dirinya di restoran Foodism di Plaza FX pada 17 Maret 2010 dengan Angelina Sondakh, Muhammad Nazaruddin, dan Mindo Rosalina Manullang.

 

Kendati demikian, diklaimnya, hanya Angelina Sondakh, yang tahu alasan pertemuan itu.

 

Dalam pertemuan tersebut, ungkap Haris sempat bertukar nomor pin BlackBerry dengan Mindo Rosalina dan Angelina Sondakh.

 

Setelah pertemuan itu, Haris mengakui Mindo Rosalina beberapa kali berusaha menghubunginya buat bertemu guna menanyakan soal proyek rumah sakit universitas. Tetapi, menurut Haris pertemuan itu tidak pernah terjadi lantaran kesibukannya. Haris juga mengakui pernah diundang mantan Puteri Indonesi itu dalam acara ulang tahun pertama anaknya, Keanu.

 

Pengajuan proposal proyek pembangunan atau pengadaan dari Universitas Negeri tidak hanya ditujukan ke Direktorat Jenderal Dikti Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Tetapi ada beberapa pengajuan yang juga menyasar langsung ke Kementerian Keuangan, bahkan ke Presiden RI.

 

Hal itu diungkapkan Sekretaris Ditjen Dikti Kemendiknas, Haris Iskandar saat memberikan kesaksian untuk terdakwa suap pembahasan anggaran proyek Kemendiknas, Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (18/10/2012).

 

"Ada yang ke Dikti, ada yang Kemendiknas langsung, ada juga yang ke Presiden langsung," kata Haris saat menjawab pertanyaan Penasehat Hukum Angelina, Teuku Nasrullah.

 

Namun, menurut Haris, hal itu tentu menjadi kesalahan prosedur biasa. Meski pihaknya selalu memberikan pembinaan terhadap para pihak universitas, diakuinya, banyak juga pihak universitas tidak paham prosedur pengajuan.

 

"Selalu saya berikan pengarahan prosedur berkali-kali soal perosedur itu. Tapi faktanya masih selalu ada yang salah (prosedur)," kata Haris.

 

Penjelasan Haris ini dilontarkan, lantaran diakuinya ada beberapa proposal proyek dari universitas langsung diajukan ke DPR. Hal itu, menurut Haris merupakan sebuah percepatan.

 

"Keputusan diterima atau tidaknya langsung saat pertemuan RDP (Rapat Dengar Pendapat)," kata Haris.

Share this post

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES