Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
May 3 2010 2 03 /05 /May /2010 05:00

Mengamati dan mencermati  dunia pendidikan di tanah air, yang kian hari makin   memprihatinkan,    dengan indikator  :  buruknya   sarana dan prasarana fisik,     inkompetensi tenaga pengajar, disorientasi kurikulum terhadap tujuan pendidikan, dan  masih banyak lagi kejanggalan, memunculkan banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal sehat.

 

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:P_h418QxKpKojM:http://matanews.com/wp-content/uploads/sekolah-roboh.jpgItu semua, berujung pada rendahnya mutu pendidikan di tanah air, dari tingkat pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Bahkan kecenderungannya kian merosot menuju titik nadir.

 

 Yang selama ini mengemuka dari sekian banyak hambatan, untuk tercapainya  pendidikan yang bermutu adalah persoalan keterbatasan anggaran, sebagai faktor dominan. Hal itu sudah teratasi dengan dialokasikannya anggaran pendidikan sebesar 20% APBN  (dalam kisaran Rp. 200 triliun), sebagai pelaksanaan amanat UUD 1945 pasca Amandemen.

 

Namun ternyata,  penyelenggara pendidikan, yang didukung oleh anggaran pendidikan yang demikian besar, tidak serta merta memperbaiki mutu pendidikan. Justru makin merosot dan terpuruk  atau berbanding terbalik dengan ketersediaan anggaran yang demikian besar dan sangat mencukupi untuk pembenahan semua sarana dan prasarana fisik, peningkatan kompetensi tenaga pengajar,  dan penyempurnaan  kurikulum, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

 

Penyebab utama dari semua itu, adalah terjadinya penyimpangan/ penyelewengan dalam penggunaan anggaran pendidikan. Bukti di lapangan menunjukkan bahwa semakin banyak gedung sekolah yang kondisinya sangat membahayakan anak didik, alat bantu yang nyaris tidak tersedia, buku pelajaran yang minim baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya.

 

Indikasi lainnya adalah rendahnya kompetensi guru terutama di tingkat sekolah dasar (hanya sedikit yang berkompeten). Padahal dana peningkatan kompetensi sudah dialokasikan. 

 

Dan masih banyak lagi, bukti-bukti yang mengindikasikan terjadinya tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan.

 

Ditengarai, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang masih berlanjut, walaupun sudah dibatalkan/dilarang oleh Mahkamah Agung (MA), juga sarat dengan benturan kepentingan, terkait dengan penggunaan (penyelewengan) anggaran UN demi memperkaya orang/sekelompok orang tertentu, dengan mengorbankan masa depan anak didik,  melalui  cara evaluasi yang bertentangan dengan prinsip pendidikan, bahkan mengkooptasi dan mengamputasi peran guru untuk memberikan penilaian atas  evaluasi belajar tahap akhir murid/anak didik.

 

Akhirnya, hal  mendasar yang perlu disikapi dan dicari solusinya adalah,  anak-anak Indonesia tidak akan pernah menikmati pendidikan yang berkualitas/bermutu, jika pengambil kebijakan dan pelaksana kebijakan di bidang pendidikan baik di tingkat pusat dan daerah, berperilaku koruptif. Bahkan telah secara transparan melakukan tindak pidana korupsi.

 

Masih sangat sedikit, laporan masyarakat dan penggiat anti korupsi tentang penyelewengan/korupsi penggunaan anggaran pendidikan, yang ditindak lanjuti oleh penegak hukum. Maka tidak mengherankan, apabila korupsi dibidang pendidikan di Indonesia, makin menggila dan merajalela, dengan mengorbankan hak konstitusional anak-anak negeri ini.

 

Sangat menyakitkan, institusi yang bertanggung jawab mencerdaskan anak -anak bangsa, yang diharapkan  menjadi sokoguru national character building, justru merupakan bagian dari kelompok  institusi, yang paling korup di negeri ini.

 

Sekali lagi, jika sektor pendidikan, masih dijadikan lahan korupsi, maka sangat tipis harapan, Indonesia akan bangkit dari keterpurukan multidimensi.

 

Dan sangat ironis, peran sentral dan strategis kebijakan pendidikan nasional, dalam membangun generasi yang anti korupsi, telah gagal dilaksanakan,  karena  kebijakan pendidikan itu sendiri,   telah terkontaminasi pemikiran -pemikiran koruptif.

 


 

 


Share this post

Repost 0
Published by Harsudi CH - in ARTIKEL
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES