Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
August 25 2010 4 25 /08 /August /2010 01:28
Selasa, 24 Agustus 2010, 15:56 WIB
Arry Anggadha, Aries Setiawan
Sidang Anggodo Widjojo (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

Majelis hakim akan membacakan vonis terhadap Anggodo pada pekan depan.


VIVAnews - Majelis Hakim menolak bukti CDR (call data record) antara Ary Muladi dan Ade Rahardja yang diajukan penuntut umum di persidangan Anggodo Widjojo.

Pasalnya, bukti itu dinilai sudah tidak penting lagi karena pekan depan persidangan sudah memasuki putusan yang akan dijatuhkan kepada Anggodo Widjojo.

"Kami tidak dapat menerima karena sudah selesai, apa relevansinya itu diserahkan sekarang karena ini sudah pada pembelaan, dan acara berikutnya adalah putusan," ujar Hakim Ketua, Tjokorda Rai Suamba di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa 24 Agustus 2010.

Jawaban itu disampaikan Tjokorda menanggapi informasi yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.  Sebelum persidangan ditutup JPU I Kadek Weradana menyampaikan, pihaknya ingin menyerahkan bukti CDR yang baru diterima dari Bareskrim Mabes Polri.

Hal ini merupakan, hasil dari ketetapan majelis hakim atas permintaan tim kuasa hukum Anggodo untuk menghadirkan bukti rekaman maupun CDR ke persidangan.

"Sudah diterima CDR dari Kabareskrim dengan surat yang dikirimkan kepada Pimpinan KPK. Kami baru terima pada tanggal 23 Agustus 2010, pada jam 15.12 WIB dengan surat R/877/VII/Bareskrim/2010," ujar I Kadek Weradana.

Atas permintaan itu, kuasa hukum Anggodo menuding, penuntut umum tidak serius menjalankan ketetapan Pengadilan dengan memperlambat ketetapan.
"Penuntut umum tidak serius dalam melaksanakan ketetapan hakim. Ya sudah langsung saja divonis, sekaligus kami harapkan agar divonis bebas murni," cetus Djonggi Simorangkir.

Walau ditolak oleh majelis hakim, penuntut umum menilai, bukti tersebut tidak berpengaruh dan tidak ada relevansi pada tuntutannya terhadap Anggodo. Mengingat, CDR merupakan bukti yang diajukan oleh tim kuasa hukum.

"Tidak berpengaruh buat kita. Tidak ada relevansinya. Kita hanya ingin menyampaikan ke persidangan surat yang disampaikan Bareskrim," papar JPU Edi Hartoyo.

Sidang akan dilanjutkan Selasa 31 Agustus dengan agenda pembacaan putusan terhadap Anggodo Widjojo.

• VIVAnews

 

Share this post

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES