Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
April 18 2010 1 18 /04 /April /2010 22:41

http://www.detiknews.com/images/content/2010/04/17/10/priok-bentrok-dlm.jpgPeristiwa penggusuran komplek makam mbah Priok (Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad),  tanggal 14 April 2010, menelan korban tewas dan terluka dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja, dan warga setempat serta kerugian materi yang tidak sedikit. Dari pihak SatPol PP, korban tewas sejumlah 3 orang, serta sejumlah kurang lebih 130 orang terluka baik dari pihak Satpol PP, maupun warga setempat. Kerugian materi dari pihak Satpol PP ditaksir Rp. 22 milyar, dan dari Pelindo/Terminal Peti Kemas diperkirakan Rp. 3 milyar. Dan tidak terhitung pula, kerugian dari masyarakat sekitarnya.

 

Yang perlu dicermati, dari penggusuran yang berlangsung dan berakhir anarkis, serta gagalnya penggusuran itu, adalah pelaksanaan dari penggusuran yang penuh kejanggalan, dan tentu saja dengan cara kekerasan dari pihak SatPol PP, yang menuai perlawanan sengit dari warga yang mempertahankan kawasan makam mbah Priok.

 

Kejanggalan itu adalah dikerahkannya kira-kira 1.750 personil Satpol PP DKI Jaya, yang merupakan jumlah yang sangat besar dari biasanya dikerahkan dalam penggusuran. Selain itu, keberingasan dan kekerasan yang memberi kesan operasi itu, merupakan suatu pesanan pihak tertentu,  yang ditengarai adalah PT. Pelindo, bahwa penggusuran harus dilaksanakan saat itu juga, oleh  Satpol PP,  tanpa mempertimbangkan kondisi warga/masyarakat Koja, yang sangat marah dengan rencana penggusuran/pembongkaran makam mbah Priok, yang mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat setempat baik, secara spiritual, kultural, maupun ekonomi.

 

Juga patut digarisbawahi pernyataan dari Gubernur DKI Jaya yang terkesan lepas tangan, sewaktu  diminta kejelasan rencana penggusuran itu. Kemudian, pernyataan pihak Satpol PP yang menyalahkan pihak Kodim, Kepolisian dan Komnas HAM, sementara  Satpol PP adalah operator dilapangan untuk melaksanakan penggusuran. Dengan demikian diperoleh kesan bahwa tidak ada koordinasi dari pihak Pemprov DKI Jaya dengan Satpol PP, juga pihak-pihak terkait. Namun operasi tetap dijalankan dalam  keadaan tanpa koordinasi, lebih-lebih lagi tidak ada komunikasi dengan masyarakat/ warga Koja, Jakarta Utara.

 

Perkembangan pasca kejadian tragis itu, beredar kabar dan dugaan, bahwa telah terjadi tindak penyuapan uang senilai diperkirakan Rp. 11 Milyar dari pihak PT. Pelindo kepada pihak Satpol PP, untuk pelaksaan penggusuran tersebut. Sementara, Walikota Jakarta Utara, secara tidak terinci, memberikan jawaban atas kebenaran informasi mengenai aliran dana itu.  PT. Pelindo langsung, memberikan bantahan atas aliran dana tersebut

 

Kesimpangsiuran informasi, klarifikasi dan konfirmasi mengenai tragedi Priok 14 April 2o10,  terkait latar belakang penggusuran, keberadaan makam mbah Priok, aliran dana Rp. 11 Milyar, lempar tanggung jawab, baik dari Gubernur DKI Jaya, Walikota Jakarta Utara, Kepala Satpol PP DKI Jaya, dan PT. Pelindo, mengindikasikan pelanggaran prosedur dan penyalahgunaan wewenang, juga rekayasa dan kolusi dari pihak yang mengalirkan dana dengan penerima dana/suap yang diduga senilai Rp. 11 Milyar, agar kepentingannya dapat terpenuhi, terkait kepemilikan atau penguasaan lahan areal makam mbah Priok (dalam hal ini PT. Pelindo). Tentu saja dengan merampas hak ahli waris makam mbah Priok, dan melukai hati nurani juga keyakinan masyarakat sekitarnya, yang sangat menghormati dan mensakralkan keberadaan  tokoh penyebar agama Islam, Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad (mbah Priok), di kawasan itu, dan yang menjadi asal muasal nama Tanjung Priok.

 

Sangatlah penting, untuk mengusut dan menelusur secara tuntas perihal dugaan aliran dana Rp. 11 Milyar, yang akan membuka secara transparan tragedi penggusuran yang sangat melukai rasa keadilan rakyat. Jika investigasi tidak dapat mengutus secara tuntas, keberadaan aliran dana  tersebut,  berarti kegagalan dalam mengungkap kasus besar terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan tugas Satpol PP, yang telah dimanfaatkan dan diselewengkan menjadi musuh rakyat, sekaligus mendatangkan keuntungan materi bagi sekelompok oknum yang notabene bagian dari mafia korupsi.

 

Pada masa mendatang, sangat diharapkan, Satpol PP  dapat dikembalikan lagi pada koridor penugasan sesuai fungsinya, sebagai Pamong Praja yang melindungi dan mengayomi rakyat/warga DKI Jakarta Raya, di bawah kepemimpinan yang mempunyai jiwa amanah, anti korupsi, dan jauh dari watak beringas, khianat serta perbuatan maksiat lainnya.

 

Cukuplah peristiwa Priok, menjadi yang terakhir. Dan pasti akan tetap meninggalkan sisi kelam dan duka mendalam dari keluarga 3 orang personil Satpol PP yang menemui ajal akibat dari ulah pemimpin Satpol PP  dan Pihak Pemprov DKI Jaya, yang tidak bertanggung jawab.

 

Demikian pula, menggoreskan kedukaan dan terlukanya  rasa keadilan ahli waris mbah Priok dan masyarakat Koja khususnya, yang sangat merasakan makna dan kehadiran  Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad (mbah Priok), yang bagi mereka tokoh spritual itu, selalu ada, tetap hidup dan menaungi mereka, menyertai mereka dalam menghadapi himpitan kesulitan hidup di Ibukota Negara Jakarta. Sementara para Pemimpin dan Pejabatnya hidup dalam kemewahan dan berpihak kepada kaum bermodal, kemudian secara serta merta  melupakan nasib rakyat kecil, khususnya  masyarakat Koja dan sekitarnya.

 

 


 

 

 


Share this post

Repost 0
Published by Harsudi CH - in ARTIKEL
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES