Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
December 23 2010 5 23 /12 /December /2010 00:09

Rabu, 22/12/2010 20:52 WIB

Ari Saputra - detikNews

Jakarta - 4 tersangka korupsi biaya perjalanan dinas Kementrian Perdagangan (Kemendag), menyangkal menggelembungkan biaya dinas. Mereka beralasan  apa yang dilakukan telah sesuai ketentuan dan tidak menyalahi kewenangan.


Para tersangka itu yakni mantan pejabat Direktorat Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI). Tiga pertama adalah mantan PPK Sesditjen KPI, Ita Megasari Dachlan, mantan bendahara Kasubag TU Direktorat Perundingan Jasa Ditjen KPI Watono, dan mantan Kabag Ditjen KPI Maman Suarman. Terakhir adalah mantan PPK Sesditjen Badan Pengembangan Ekspor Nasional Yaya Supriyadi.

"Ini sistemik. Kalau mau diusut, ya usut semuanya. Setiap tahun ada rata-rata 362 perjalanan dinas. Kalau selama 2007-2009 dijumlahkan, ada ribuan yang kena," kata pengacara para tersangka, Syamsu Djalal saat menggelar jumpa pers di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (22/12/2010).

Menurut Syamsu, para pejabat di lingkungan Kemendag itu membuat anggaran perjalanan dinas sesuai aturan. Namun, dalam praktiknya, para pegawai mencari tiket murah atau promo. Uang selisih ini dipergunakan untuk menambah uang saku selama di negara tujuan atau membeli oleh-oleh.

"Tidak ada ketentuan mengembalikan biaya selisih. Ini untuk mensiasati buat bayar tips, buat bayar taksi dan sebagainya, buat oleh-oleh. Maka mencari tiket promo. Kan selisihnya lumayan tuh. Kalau mereka diminta mengembalikan, mereka mau megembalikan. Tidak ada mark up disini," kelit Syamsul.

"Semua dana lump sum ini sesuai dengan standar biaya umum Sekretariat Negara. Uangnya langsung diserahkan kepada pegawai yang mau dinas, tidak dikelola oleh bendahara atau semacamnya," imbuh mantan Jamintel Kejagung ini.

Sebelumnya, Kapuspenkum Kejagung Babul Harahap menaksir kerugian negara akibat selisih perjalanan dinas mencapai Rp 13 miliar dalam rentang waktu 2007-2009. Rinciannya, Rp 7 miliar dihabiskan oleh Ita Megasari Dachlan, Watono dan Maman Suarman. Sementara sisanya diduga dinikmati Yaya Supriyadi.

Keempatnya disangka melanggar surat Menkeu No S-344/PK.03/1992 3 April 2009 tentang penyesuaian satuan biaya uang harian perjalanan dinas luar negeri.

"Kepergian itu bukan kemauan sendiri. Karena jabatan mereka, karena fungsi mereka," elak Syamsul.

(Ari/ndr)

Share this post

Repost 0
Published by Admin - in BERITA KORUPSI
write a comment

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES