Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
December 1 2011 5 01 /12 /December /2011 17:11
Rabu, 30 November 2011 06:15 WIB     
 
Buruh Batam Rindukan Kesejahteraan
ANTARA/Nwa Kanu/sa

BATAM--MICOM: Sepeda motor keluaran 2010 itu bersiap membelah jalan raya di Kota Batam. Sang pemilik, Anis, mencoba menghilangkan noda lumpur yang menempel malam sebelumnya.

Di depan deretan rumah liar--orang Batam menyingkatnya dengan istilah 'ruli'--di kawasan Batu Aji, Anis juga memanaskan mesin sepeda motornya. "Judulnya saja Kota Batam ini dikenal dengan kehidupan mewah. Kenyataannya, hanya bos-bos saja yang bisa begitu," tutur sang penghuni ruli ini.

Di Batam, seperti kota besar lainnya, rumah liar tumbuh dan terus meluas. Permukiman yang tergolong paling besar ialah Kampung Aceh dan Sagulung.

Dulu, Anis buruh di perusahaan galangan kapal. Kini, ia memilih menjalani kehidupan dengan menjadi tukang ojek sepeda motor.

Menjadi buruh, ia jalani selama dua tahun, pada 2008-2010. Upah yang ia dapat tidak beringsut dari Rp3.500 per jam. Dana yang bisa dikumpulkan per bulan membuatnya menjadi orang yang tidak bisa hidup layak karena di Batam semua bahan pokok dihargai mahal.

Muak dengan kehidupan yang tidak kunjung membaik, ia memilih hengkang. Dengan mengandalkan sadel sepeda motor, kini, Anis bisa hidup sedikit lebih baik.
"Kami hidup seperti ini karena terkena dampak korupsi," kata Anis.

Ia ingat persis ketika pemilihan kepala daerah, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, yang ketika itu mencalonkan diri, mengumbar janji manis. Mulai dari harga air bersih yang tidak akan naik, listrik, hingga sekolah gratis.

Janji tinggal janji. Hidup Anis nyaris tidak berubah. Tinggal di rumah liar, dan sewaktu-waktu harus dibongkar.

Ia punya pengalaman. Dulu, Anis menghuni rumah liar di sekitar Jalan Raya Mandalay. Tapi, atas nama pembangunan Jalan Trans-Batu Aji-Tanjung Ucang, para penghuni puluhan rumah liar diusir. Rumah mereka dirobohkan.

Batam berkobar

Tahun lalu, dengan bekerja di pabrik, seorang buruh mengantongi Rp1,1 juta per bulan. Tahun ini, pengusaha mengajukan kenaikan Rp1,2 juta. Pemerintah kota mengajukan angka Rp1,3 juta. Buruh berkukuh dengan angka Rp1,7 juta.

Titik temu tidak pernah terjadi. Gelombang unjuk rasa membakar Kota Batam selama dua hari berturut-turut. Puncaknya, pada Kamis (24/11), buruh mengamuk. Pos polisi jadi sasaran, dirusak dan dibakar. Sejumlah kendaraan milik pemerintah kota pun dilalap api.

"Kerugian akibat aksi itu mencapai Rp27 miliar per hari. Para ekspatriat juga mulai ketakutan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Batam, Nada F Soraya.

Biaya hidup di Batam memang tinggi. Maryoto, pekerja lain, berujar biaya anak di sekolah menengah pertama rata-rata Rp500 ribu per bulan. Sekali makan butuh dana Rp15 ribu. Belum lagi tagihan sewa rumah Rp400 per bulan, Rp250 ribu untuk listrik, dan air bersih Rp25 ribu.

"Penghasilan saya mencapai Rp4 juta per bulan. Tapi, hidup dengan istri dan tiga anak, kami sudah tidak bisa menabung, serbapas-pasan, bahkan mentok setelah tengah bulan," ungkapnya.

Upah minimum kota yang tahun ini diajukan serikat pekerja sebesar Rp1,3 juta per bulan juga menimbulkan pertanyaan besar bagi akademisi dari Universitas Putera Batam, Baru Harahap. Angka sejahtera bagi pekerja di kawasan ini seharusnya sudah di atas Rp1,7 juta. "Kebutuhan hidup di Batam jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kawasan industri lain yang ada di Indonesia," tandasnya.

Jadi sorotan ketika kerusuhan meledak membuat Pemerintahan Kota Batam sepertinya memilih pasrah. Wali Kota Ahmad Dahlan tidak pernah menampakkan diri. Karena itu, kabar pun beredar bahwa ia memilih kabur ke Singapura.

Sedikit suara justru dilontarkan Ketua Dewan Pengupahan Kepulauan Riau Togar Napitupulu. "Kami menyerahkan semuanya kepada Gubernur Kepulauan Riau."
Mengapa buruh di Batam mengamuk? Itu tindakan yang ditempuh setelah perundingan berjalan buntu.

Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Batam Yoni Mulyo Widodo, rundingan UMK sudah dimulai 27 Oktober. "Yang hadir saat itu ialah pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia," katanya saat ditemui di sebuah ruko di Batam, kemarin.

Apindo saat itu memunculkan angka Rp1,2 juta. Serikat pekerja mematok Rp1,7 juta. Deadlock terjadi. "Sepanjang perundingan, tidak pernah ada kesepakatan bahwa UMK Batam itu 1,3 juta. Yang benar, saat survei pada 20 Oktober didapatkan angka kebutuhan hidup layak Rp1,3 juta," tambah Yoni.

Tunggu aksi menteri

Dari Jakarta, anggota Komisi Ketenagakerjaan DPR Rieke Diah Pitaloka mendukung seluruh buruh di Tanah Air berjuang untuk mendapat kenaikan upah. "Penetapan upah di setiap kota, kabupaten, dan provinsi di seluruh Indonesia adalah hal yang krusial, karena menyangkut kehidupan mereka satu tahun ke depan. Apalagi untuk daerah industri dan berkategori free trade zone seperti Batam."

Ia pun mengecam keras insiden penembakan dengan peluru karet oleh kepolisian yang menyebabkan empat orang terluka. "Aneh, buruh nuntut hak-haknya malah ditembak," ujar Rieke.

Mantan selebritas ini juga mendesak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar untuk segera merespons persoalan pengupahan dan tuntutan buruh. Salah satunya dengan memenuhi janji dan kesepakatan dengan Komisi IX DPR RI dalam rapat dengar pendapat umum pada 22 November.

"Menteri sudah berjanji akan merevisi Peraturan Menakertrans No 17/2005 tentang KHL, yang sudah tidak layak digunakan lagi dengan kondisi sekarang," tandas dia. (HK/N-2)

Share this post

Repost 0

comments

Overview

  • : CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • CAKRAWALA JAGAD RAYA- SOLIDARITAS ANTI KORUPSI
  • : BLOG SOLIDARITAS ANTI KORUPSI - Ungkapan dan pandangan tentang berbagai permasalahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, lingkungan hidup, praktek penyelenggaraan negara sebagai akibat dari tindak pidana korupsi serta fenomena-fenomena terkait.
  • Contact

Profile

  • Harsudi CH
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan  korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.
  • Anak bangsa yang miris melihat kondisi sosial ekonomi di negeri tercinta Indonesia. Tidak bisa berbuat banyak kecuali mengajak sesama anak bangsa untuk mulai sadar dan peduli melawan korupsi yang semakin menggurita di Bumi Ibu Pertiwi ini.

KORUPSI ADALAH NAFAS KEHIDUPAN MAYORITAS PENYELENGGARA NEGARA

addesign-copy-1http://blog-indonesia.com/image/badge_3dyellow.gif

ANNOUNCEMENT

Archives

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
HILANG HARAPAN ANAK INDONESIA AKIBAT KORUPSI

.

Clipping - Politik / Korupsi

Categories

SHOLAT TIMES