Ayi Lumpuh Setelah Bekerja di Arab Saudi

JAKARTA - Okezone- Ayi Kurniasih (40) warga Garut, Jawa Barat ini harus menderita lumpuh setelah bekerja keras mencari nafkah menjadi TKI di Jeddah, Arab Saudi. Dia sudah bekerja di Arab sekira 5 tahun untuk menyambung hidup di perantauan.

Ayi yang pernah bekerja sebagai pengasuh di panti jompo itu baru merasa kesehatannya terganggu sekira satu setengah tahun lalu saat menjadi pembantu rumah tangga majikannya di Jeddah.

 

"Saya merasa sakit di pinggang, sakitnya makin parah lalu saya dipulangkan ke penampungan," kata Ayi saat ditemui okezone di RS Koja, Jakarta Utara, Kamis (5/5/2011).

 

Setelah dipulangkan ke penampungan, Ayi mengaku ingin kembali ke Tanah Air lantaran sangat rindu dengan keluarga dan kampung halamannya.

 

Namun, karena tidak memiliki paspor dan biaya yang cukup, maka dia akhirnya tertahan di negeri kaya minyak tersebut. Ayi mengisahkan dirinya pernah sempat menjadi gelandangan selama sebulan sebelum akhirnya bisa pulang ke Indonesia.

 

"Saya sempat tinggal di kolong jembatan bersama ratusan orang. Saya dirawat teman-teman saya di sana, mereka semua baik," imbuhnya.

 

Saat mendengar ada pemulangan TKI gratis di penampungan Al Madinatul Hujjah di Asrama Haji kota Jeddah, Arab Saudi, dirinya mengaku senang dan antusias ingin segera pulang kampung. "Di penampungan saya mulai belajar jalan dan menggerak-gerakkan badan saya yang mulai membaik. Di sana makanan kita juga terjamin," tandasnya.


Kini, Ayi harus dirawat intensif di lantai 6 RS Koja Jakarta Utara guna menjalani perawatan intensif pemulihan kakinya. Selain Ayi terdapat lima orang lainnya yang mendapat perhatian khusus oleh dokter. Empat orang menderita stroke dan seorang lainnya lumpuh seperti dirinya.

 

Hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang menjenguknya. Hal itu karena Ayi tidak ingin keluarganya kerepotan lantaran kondisinya saat ini yang lumpuh.

 

Sebelumnya, KM Labobar yang membawa 2.349 WNI Overstay dan TKI dari Jeddah, Arab Saudi telah tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu 4 Mei 2011 kemarin. Banyak TKI yang mengalami gangguan kesehatan termasuk bayi dan balita yang mengidap penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA).

 

Setibanya di pelabuhan Tanjung Priok, Pemerintah telah menyiapkan 20 unit ambulans, 5 unit di antaranya dari KKP Tanjung Priok, masing masing ambulans didampingi oleh seorang dokter dan seorang petugas kesehatan, menyiapkan pos kesehatan dengan 50 tempat tidur.

 

Mereka yang sakit kemudian dirujuk ke 6 rumah sakit, yakni RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI), RSCM, RSUP Persahabatan, RS Jiwa Suharto Heerdjan Grogol, RS Koja, dan RS Polri Kramatjati. (put)